Indolucky7

Psikologis Pemain Persib Terganggu

Liga 1 Indonesia

Yaya Sunarya mengungkap alasan kekalahan Persib dari PSMS Medan di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar (9/11/2018). Pelatih fisik Persib itu menyebut psikologis pemain yang terganggu menjadi penyebab.

Menurut Yaya, banyak yang menyebabkan psikologis pemain terganggu. Satu di antaranya kepemimpinan wasit yang kerap merugikan Persib.

“Kemarin melawan PSMS, saat ditekan wasit, satu pemain menurun performanya, tapi yang lain sedang bagus. Lalu satu pemain sedang bagus, yang lain menurun. Hal itu yang sulit dan berat, hingga pada akhirnya kami bermain kurang baik. Hasilnya, kami jarang mendapat peluang karena semuanya emosi akibat tekanan itu,” ungkap Yaya di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung, Selasa (13/11/2018).

Yaya menambahkan selain faktor wasit, suasana hati pemain menjadi penyebabnya. Maklum, karena selama ini Persib harus melakukan perjalanan dan berpindah-pindah pulau untuk menjalani setiap pertandingan.

Hal itu terjadi setelah tim berjulukan Maung Bandung ini mendapat sanksi dari Komisi Disiplin PSSI dengan tidak diperbolehkan menjalani laga kandang di area Pulau Jawa.

“Kami sudah memodifikasi program latihan untuk menjaga suasana hati pemain. Seperti latihan yang tujuannya untuk kebersamaan. Tapi, ada juga yang menjadi pertimbangan, seperti harus pulang dulu agar tidak jenuh Karena beberapa pemain rindu keluarga, begitu pula terkait makanan,” katanya. Sbobet Online.

Yaya berharap di sisa waktu sebelum menghadapi PSIS Semarang di pekan ke-31 Liga 1 2018 yang akan digelar di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Minggu (18/11/2018), permasalahan yang dialami pemain itu bisa terselesaikan dengan baik.

“Persib masih memiliki enam hari untuk berlatih maksimal. Kami buat program di-wet training dan aerobik. Coach Mario Gomez juga memberikan beberapa formula untuk memasukan taktik untuk laga nanti. Dalam satu minggu ini, sampai Kamis untuk conditioning kami naikan,” jelasnya.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*